Selasa, 14 Juni 2011

Evaluasi

Alhamdulillah. . .ujiannya selesai.

Sama seperti sebelumnya (evaluasi pada simulasi UAS), hanya ada sedikit kendala terkait koneksi modem, namun hal itu bisa segera ter-handle..dan kekurangan pada simulasi dapat diperbaiki di saat pelaksanaan UAS hari ini.

Terkait materi dan proses pembelajaran pada mata kuliah Andragogi, materinya saya rasa tersusun secara sistematis. Materi yang paling menarik menurut saya adalah prinsip pendidikan orang dewasa, yang di dalamnya berisi gambaran mengenai bagaimana sih orang dewasa itu berperilaku dalam kegiatan belajar orang dewasa. Hal ini cukup aplikatif, mengingat nantinya sebagai calon fasilitator dalam POD, sudah sepatutnya mengetahui dasar - dasar / gambaran seperti apa orang dewasa itu belajar.

sedangkan untuk proses belajarnya, saya rasa sudah komunikatif. Mengingat, pesert mata kuliah ini hanya sedikit, jadi lebih kondusif dan maksimal dalam berdiskusi.


Saran saya: ke depannya mungkin bisa lebih ditingkatkan lagi fasilitas wi-fi jika ada perkuliahan online. Selain itu, tugas individu yang Ibu berikan saat sebelum masuk kelas menurut saya bermanfaat. Ada baiknya tetap diterapkan untuk ke depannya.
Terima kasih Bu. . .

:D

UAS

1. Berdasarkan teori Evaluasi performa milik Morgan pada tahap 1, menurut saya kelompok performa karya wisata sudah cukup maksimal mempersiapkan tujuan yang pasti dalam evaluasi ini. Morgan mengatakan bahwa evaluasi tidak hanya karena "merupakan sesuatu yang harus dikerjakan". Pada evaluasi ini, kegiatan performa diharapkan tidak hanya sekedar memberikan pengetahuannya saja pada para peserta, tapi juga memberikan pelajaran bagaimana fasilitator benar - benar memfasilitasi kegiatan dan pesertanya, mulai dari tempat, rancangan kegiatan, biaya, dsb.

Pada dasarnya, evaluasi yang kami buat merujuk pada tujuan dari performa itu sendiri yakni memberikan pelatihan keterampilan tertentu (memasak sushi) bagi peserta performa kelompok. Pemilihan tempat dan rancangan kegiatan juga kami susun berdasarkan tujuan tersebut. Sehingga, kami berharap nantinya metode ini dapat membantu peserta dalam menambah pengetahuannya mengenai keterampilan yang dilatih tersebut.


2. Berdasarkan tahap ke-3 teori Evaluasi Morgan, yakni bukti tentang perubahan dalam diri individu, menurut saya yang sudah kelompok saya lakukan secara maksimal adalah dengan menanyai peserta satu persatu di dalam lembar evaluasi yang kami bagikan kepada mereka, tentang penilaian peserta terhadap performa kelompok karya wisata. Di dalam lembaran tersebut, mayoritas perubahan dari diri mereka yang dapat saya lihat adalah mereka mengatakan bahwa pelatihan keterampilan di lokasi spot langsung ini memberikan pengetahuan yang lebih mendalam mengenai hal - hal yang berkaitan dengan makanan khas Jepang (sushi) .
Layaknya yang dikatakan Morgan, bahwa "evaluasi dapat mengukur seberapa jauh pergerakan peserta dari sebelum program dengan setelah program,"
Nah, penambahan pengetahuan itulah yang menurut saya menunjukkan perubahan dalam diri individu. Sebagai tambahan, ada salah satu peserta yang menyatakan bahwa dirinya semakin termotivasi untuk pergi langsung ke Jepang, mendalami berbagai hal mengenai budaya di sana.
Lagi - lagi, motivasi ini yang menurut saya menunjukkan progress dalam diri individu sebagai dampak dari performa kelompok.

Hal yang perlu ditambahkan mungkin dari evaluasi kelompok terkait evaluasi bukti perubahan dalam diri individu adalah meminta / menanyai peserta untuk menceritakan ulang prosedur dari pelatihan keterampilan yang diberikan (memasak sushi) sebagai bukti nyata bahwa memang pengetahuan mereka bertambah terkait hal tersebut.

Rabu, 25 Mei 2011

Simulasi UAS Online

1. Berdasarkan evaluasi kinerja kelompok, maka prinsip - prinsip yang telah kami gunakan adalah sbb:


  • Mempunyai tujuan yang pasti
    Performa kelompok ini dilaksanakan dengan alasan dan latar belakang yang jelas dan terstruktur, yakni: memberikan pelatihan keterampilan memasak bagi peserta performa. Sehingga hal ini yang menjadi landasan bagi kelompok performer dalam melaksanakan kegiatan karya wisata, baik itu dari segi pemilihan lokasi, prosesi acara, maupun waktu.
  • Menggunakan tujuan perilaku yang terjangkau dan pasti
    Tujuan perilaku yang pasti dari adanya performa ini adalah agar peserta dapat memperoleh keterampilan tertentu bagi dirinya, serta memperoleh informasi yang banyak mengenai seluk - beluk dari makanan Jepang, maupun cara mengolahnya. Walaupun memang efek dari pemberian keterampilan ini tidak bisa dilihat secara langsung oleh fasilitator.
  • Menggunakan instrumen yang tepat dalam evaluasi
    Instrumen yang kami gunakan adalah lembaran kuesioner, yang mana isinya meliputi penilaian baik - buruknya performa dari segi fasilitator, lokasi maupun kegiatan karya wisata itu sendiri. hal ini kami rasa tepat digunakan pada saat perform karena waktu yang cukup singkat untuk pemberian evaluasi dan juga prosesnya yang tiadak memakan waktu yang lama.

2. Prosedur yang kami gunakan dalam membuat evaluasi adalahprosedur evaluasi yang ditulis menurut Ibrahim (2003) dan Soedarmanto (2005) antara lain:

  • Menentukan tujuan atau kebutuhan
    Tujuan atau kebutuhan dari kegiatan ini jelas, yakni agar kelak pemberian keterampilan ini dapat menjadi modal keterampilan bagi peserta dalam mengembangkan potensi diri untuk berwira usaha kelak.
  • Menentukan kriteria atau standar
    Standar yang kami tetapkan di sini adalah: pelatihan keterampilan memasak diadakan langsung di restauran Jepang yang bisa memberikan penjelasan mengenai proses memasaknya.
  • Melakukan observasi atau pengumpulan data
    Meliputi proses mencari pihak restaurant yang mana mereka nantinya dapat memberikan pelatihan keterampilan memasak makanan Jepang langsung oleh ahlinya.
  • Melakukan analisis data
    Meliputi proses mendapatkan restaurantnya dan mendiskusikan proses kegiatan pelatihan tersebut
  • Melakukan perbandingan hasil dengan standar
    Melihat sejauh mana rencana kegiatan acara berjalan sesuai atau tidak
  • Membuat penilaian atau pertimbangan
    Meliputi kegiatan evaluasi dari peserta



*testimoni
Asiikkk...kuliah online lagi . .
dapet tantangan baru lagi...
Sewaktu ibu mendeliver soal pertama, saya sempat kebingungan mencari bahan di i-net karena gak bawa buku. Akhirnya pinjem punya temen deh. . .gak enak juga sebenanya udah ngerepotin sang empunya buku. Makasih ya Shofaaa. . . :)
Tapi untuk soal ke-2, untungnya bahannya ada di i-net, jadi lebih mudah.

saya berterima kasih dengan adanya simulasi ini bu, jadinya segala kekurangan atau kendala yang terjadi di sini dapat dijadikanp elajaran bagi proses kuliah online pada UAS nanti.
Striving for UAS !!!
:D

Selasa, 17 Mei 2011

Testimoni Performa Kelompok Demonstrasi

Performa dari kelompok ini baik.
Mereka menunjukkan keterampilan mereka dalam mengolah coklat strawberry, bahan -bahannya mudah didapat, prosesnya juga mudah.

Di samping itu, saya menilai sikap fasilitator cukup baik dalam membantu peserta melakukan praktek membuat coklat strawberrynya


Kekurangannya hanyalah karena pemadaman listrik yang menyebabkan proses memasaknya sedikit terhambt. Mungkin ke depannya, hal seperti ini bisa lebih diperhatikan lagi.
:)

Testimoni Performa Diskusi

Untuk perform ini, saya lihat idenya menarik,mencoba sesuatu yang belum pernah digunakan sehari2 dalam perkuliahan, yaitu teknik diskusi NGT.


Walaupun pada penyelenggaraannya saya rasa sedikit pasif, tapi setidaknya dengan mencobakan teknik ini, pembelajar dapat mengetahui kelebihan dan kekurangannya, sehingga bisa menerapkannya dalam konteks diskusi lainnya.

Testimoni Performa Pelatihan

Performa kelompok ini menarik, pemateri tampak menguasai bahan, modul yang dibagikan juga apik.

Kekurangan yang saya lihat: pemateri memang menguasai bahan yang mereka siapkan, namun dari segi materi sendiri, saya rasa masih kurang berorientasi pada contoh (baca: buah strawberry). .
Smoga bermanfaat!

Senin, 16 Mei 2011

Evaluasi Performa Kelompok Karya Wisata





Berikut adalah laporan evaluasi dari performa karya wisata.

Perform karya wisata ini dilaksanakan dalam bentuk cooking class, yang diadakan di Restaurant Sushi Tei, Sun Plaza LG A-1, Jl. Zainul Arifin No. 7, Medan, pada tanggal 12 Mei 2011 pukul 14:00 - 16:00 WIB.

Kegiatan cooking class ini diadakan untuk memberikan keterampilan pada para peserta dalam hal keterampilan di bidang kuliner, yang mana keterampilan ini diharapkan bisa menjadi modal untuk berwira usaha kelak.

Secara keseluruhan, kegiatan berjalan sesuai dengan susunan acara yang sudah ditetapkan sebelumnya oleh pihak restauran, walaupun di dalam susunan acara tersebut tidak dicantumkan waktu untuk masing - masing segmen kegiatannya, sebab pihak restauran sendiri tidak dapat memastikan berapa waktu yang digunakan untuk setiap segmen.

Susunan kegiatan tersebut adalah sebagai berikut:
I. Presentasi dari kelompok Karyawisata
- Latar belakang pemilihan tempat Karyawisata
- Menjelaskan tujuan dan manfaat dari tempat karyawisata

II. Penjelasan dari pihak Sushi Tei
- Menjelaskan latar belakang Sushi Tei
- Menjelaskan apa saja yang ada di depan dan dibelakang dapur Sushi Tei
- Menjelaskan Basic of Japanese Food (soba, udon, ramen, miso sup & chawan mushi)
- Cara pemilihan beras yang baik untuk Sushi rice
- Cara pembuatan Sushi ( dijelaskan sambil praktek yang hanya dilakukan oleh Chef)
- Cara pembuatan tamagoyaki ( bahan telah diproses sebelumnya )
- Cara pemotongan ikan salmon ( dijelaskan sambil praktek oleh chef )

III. Praktek

- Pemotongan salmon yang hanya dilakukan oleh chef
- Pembuatan sushi yang diikuti oleh semua peserta dan di bantu oleh anggota-anggota pihak Sushi Tei :
Tamago Sushi = 1 pcs
Salmon Sushi = 1 pcs
Kanikami Maki (California style) = 1 roll
Vegetable HR ( kyuri & avocado ) = 1 pcs
Corn Gunkan = 1 pcs

IV. Setelah selesai penjelasan dan praktek, dibuka sesi tanya jawab

V. Makan bersama dari hasil pembuatan sushi peserta.

Secara garis besar, prosesi dalam kegiatan ini dilakukan oleh pihak restaurant sendiri. Untuk penjelasan tentang Sushi Tei dilakukan oleh waitress terpilih dan untuk proses penjelasan sampai pembuatan makanan Jepang itu sendiri dilakukan oleh chef restaurant yang bernama M. Yusuf (Indonesia) dan Katsumi Goda (Jepang).
Biaya - biaya yang dikeluarkan adalah sebagai berikut:
Biaya paket Cooking Class, termasuk sertifikat dan juga souvenir = Rp 1.000.000
Jadi kontribusi dari setiap peserta sebesar Rp 75.000

Menurut evaluasi kelompok beserta Chef yang mengajarkan peserta karyawisata dalam pembuatan Sushi Tei, hasil yang diberikan juga sudah cukup baik.

Hasil Evaluasi dari peserta :

Berdasarkan lembar evaluasi performa kelompok karyawisata yang telah kami berikan kepada seluruh peserta karyawisata ke Sushi Tei, maka kami mendapatkan evaluasi sebagai berikut :

- Pemilihan lokasi karyawisata : BAIK

- Sistematika Acara : BAIK

- Kenyamanan lokasi : BAIK

- Materi yang disajikan : BAIK

- Performa Septi Utami A : SEDANG

- Performa Ester Hotmauli T : SEDANG

- Performa Dewanty Ajeng W : SEDANG

Kesimpulan dan Saran :

Kesimpulan:

Secara keseluruhan, kegiatan karya wisata berjalan lancar, walaupun tentu ada beberapa kekurangan yang mengiringi.
Berikut adalah beberapa kelebihan dan kekurangan yang kami simpulkan dari kegiatan karya wisata:

KELEBIHAN :
1. Pemilihan tempat yang mudah untuk diakses para peserta
2. Di restauran tersebut ,terdapat 2 orang ahli yang sudah berpengalaman dalam memasak sushi. Salah satunya berasal dari Jepang. Hal ini menguntungkan, sebab dengan adanya ahli langsung dari negaranya, diasumsikan pihak tersebut lebih paham mengenai proses memasaknya.
3. Peserta tidak sekedar mengonsumsi sushi,mereka juga memperoleh pengetahuan lebih mengenai jenis - jenis sushi dan proses memasaknya, yang mana hal ini diharapkan bisa menjadi nilai 'plus' bagi mereka, mengingat tidak semua orang mendapat kesempatan yang sama untuk kegiatan cooking class ini.
4. Pihak restaurant Sushi Tei yang mudah diajak bekerja sama.

KEKURANGAN :
1. Biaya yang cukup mahal
2. Makanan yang kurang cocok di lidah
SARAN
untuk karya wisata berikutnya :
1. Usahakan cari spot yang tidak memakan biaya banyak, tapi tetap worth untuk kegiatan karya wisata

2. Pastikan peserta bisa menghadiri karya wisata

Testimoni :

Septi Utami Anugrah :
Selama menjalani mata kuliah Andragogi terkhususnya dalam kelompok banyak sekali pelajaran yang saya dapatkan. Dengan menghadapi berbagai karakter teman satu kelompok. Berusaha untuk saling memahami dan mengerti teman yang lainnya. Di awal kelompok kami menyarankan untuk melakukan performa karyawisata ke kebun strwaberry di Brastagi. Naman karena begitu banyak kendala yang di hadapi, terakhir kami memutuskan untuk melakukan performa di Sushi Tei. Cukup sulit untuk menyatukan pendapat dari berbagai kritik dan saran dari teman-teman kelompok yang lain. Tetapi kami dari kelompok karyawisata berusaha untuk melakukan yang terbaik untuk teman – teman yang lain begitu juga dengan dosen pengampuh mata kuliah Andragogi.Mungkin demikian testomni dari saya, lebih dan kurang saya mohon maaf dan ucapkan terima kasih

Ester Hotmauli Tampubolon :
Dari awal pemilihan metode pembelajaran pada pendidikan orang dewasa kelompok sudah terlebih dahulu memilih metode karyawisata, yang kemlompok rasa itu cukup menarik. Pertama kali kelompok memilih kebun strawberry sebagai tempat karyawisata, namun karena ada beberapa kendala, sehingga karyawisata ke kebun strawberry pun dibatalkan. Lalu kelompok memilih restoran Jepang, yaitu Sushi Tei sebagai tempat karyawisata. Wah, saya pribadi sangat senang, karena menlihat hasil evaluasi yang diberikan kepada seluruh peserta karyawisata sungguh menanggapi karyawisata ke Sushi Tei ini sangat menarik. Semoga kunjungan karyawisata ke Sushi Tei dapat memberikan dampak positif bagi seluruh peserta karyawisata. Dan tak lupa, saya sangat berterimakasih kepada Ibu Dina, selaku dosen pengampuh mata kuliah Andragogi, begitu banyak pelajaran yang saya dapatkan dalam mata kuliah ini, khususnya dalam kelompok ini, beliau banyak megajarkan sebagaiman seharusnya orang dewasa berperilaku yang baik dan benar. Terimakasih Ibu.

Dewanty Ajeng Wiradita :
Mnurut saya, selaku fasilitator dlm kgiatan ini..sangat EXCITED rasanya bisa terlibat di dalamnya! Mengingat panjangnya waktu yang kami butuhkan dari awal prncanaan sampai terwujudnya kegiatan ini. Rasa syukur pada Allah swt dan trima kasih banyak, saya ucapkan utk Bu Dina (atas bimbingan dari Ibu), rekan2 Andragogi skalian (atas kontribusi dan keikutsertaannya), dan yg tak kalah penting: rekan saya, kk Ami dan kk Ester. Adapun bbrp pelajaran yg dapat saya petik dari proses rancangan kegiatan yg 'panjang' ini adlh:
- komunikasi tetap merupakan hal terpenting dalam suatu kerja sama
- dlm perencanaan kegiatan, perlu mengumpulkan informasi sebanyak2nya agar tidak trjadi kesalahpahaman dlm diskusi, dan lain-lain.
Karya wisata k Sushi Tei sndri memberi pengalaman baru bagi saya dalam mengenal cara mmasak mkanan2 Jepang. Semoga apa2 yang kita pelajari saat kegiatan karya wisata kemarin dapat bermanfaat.

DOKUMENTASI
a. Chef memperkenalkan makanan-makanan jepang, mengajarkan cara pemotongan ikan salmon dan pembuatan sushi






b. Peserta mempraktekkan pembuatan sushi dan di bantu oleh pihak Sushi Tei

Bu Dina sedang memotong kanikani maki




c. Beberapa hasil Sushi yang dibuat oleh peserta
KANIKAMI MAKI

VEGETABLE HR ( kyuri & avocado)
d. Poto bersama pihak Sushi Tei